Sekolah adalah suatu institusi yang harus mengembangkan intelektual dan perilaku bagi para murid-muridnya, maka dengan demikian sekolah seharusnya memperbolehkan murid-muridnya berambut dondrong, mengapa?
karena sekolah pada kodratnya ialah MENGARAHKAN bukan MEMERINTAHKAN, mengarahkan disini ialah mengarahkan murid-muridnya ke arah yang lebih baik dalam intelektual dan perilaku bukan justru memerintahkan berbuat a atau b. Sehingga pada kelanjutannya sebaiknya murid diberikan kebebasan sebagai manusia dan sebagai calon pemimpin bangsa masa depan untuk memilih sendiri jalan yang dipilih, dalam arti ini ialah kebabasan memanjangkan rambut, karena pilihan murid ini tidak melanggar norma apapun, orang lain, bahkan hukum sekalipun maka sekolah tidak layak untuk memotong/menstop pilihan murid tersebut karena kembali pada kodratnya sekolah ialah untuk mengarahkan bukan memerintahkan . Apabila suatu pilihan yang dipilih oleh murid tersebut sudah melanggar norma, diri sendiri, orang lain, bahkan hukum sekalipun maka sekolah layak untuk menstop perilaku dan murid tersebut. Seperti contohnya ialah narkoba, sex bebas, dan hal-hal lain yang menyimpang, baru sekolah sudah seharusnya menstop tidakan murid tersebut, dan juga menyontek dimana merupakan tindakan dari ketidakjujuran juga sudah selayaknya sekolah menstopkan hal tersebut bukan justrus memberikan kunci jawaban pada Ujian Nasional misalnya. Dengan demikian murid dilatih untuk dapat menentukan sendiri pilihannya dan dapat bertanggungjawab atas pilihannya tersebut. tanggung jawab disini ialah sebagai contoh sekolah memeperbolehkan muridnya berambut gondrong apabila rata-rata nilai di rapot semesternya >85 dengan demikian selain dapat meningkatkan motivasi si murid juga murid dilatih untuk dapat mempertanggugng jawabkan pilihannya berambut panjang dengan mempertahannkan nilainya tersebut dan pada akhirnya dampak pada institusi sekolah ialah kenaikan ranking sekolah. Sedangkan jika memerintahkan muridnya untuk tidak boleh berambut panjang maka siswa tidak dapat dengan sendiri menentukan pilihannya karena hanya menerima perintah dan pada akhirnya murid-murid yang akan menjadi calon pemimpin bangsa tidak dapat menentukan pilihannya sendiri, karena bagaimana bisa memimpin apabila tidak dapat memimpin dirinya sendiri?
Jumat, 19 Maret 2010
Jumat, 12 Juni 2009
IPA ato IPS?
IPA suatu subjek yang dianggap dewa dan dikejar oleh banyak orang, tapi tidak bagi gw, nilai gw emang mencukupi buat masuk IPA, tapi gw sama sekali gak sangat amat ambisius ke IPA, buat apalah ke IPA tapi IPAIPAan, kalo emang niat IPS ma otak IPS mah buat apalagi mikir mikir,, kalo nilai mencukupi masuk IPA, tapi buat apa nilai kan RELATIV, jadi udah sepantasnya kita ngambil sikap bijak dan bener bener mateng soalnya pengmbilan jurusan sangat menentukan masa depan, buat apa kalo hanya sekedar jadi IPAIPAan, just be your self mamen!
Langganan:
Postingan (Atom)
